The Biakkers Maritime Network in the Western Coastal Region of Papua in the Nineteenth Century

Main Article Content

Ester Yambeyapdi
Albert Rumbekwan

Abstract

ABSTRAK


Berdasarkan kajian AB Lapian tentang sejarah wilayah Laut Sulawesi pada abad ke-19 (1987) dan karya Sutherland baru-baru ini tentang Indonesia bagian timur (2021), artikel ini membahas pesisir barat Papua sebagai tempat yang berkembang dalam jaringan maritim kepulauan Indonesia pada abad ke-19. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh komoditas wilayah tersebut tetapi juga oleh peran masyarakatnya. Suku Biak merupakan kelompok yang mengendalikan jaringan maritim Papua hingga abad ke-19. Apa yang terjadi dan mengapa suku Biak berada di pesisir barat Papua merupakan pertanyaan mendasar geografi historis (Mitchell, 1960) dan 'geografi manusia' (Fouberg, Murphy, Blij, 2015), yang merupakan pendekatan yang digunakan dalam kajian ini. Kajian ini menemukan bahwa masyarakat Biak-Numfor membangun jaringan maritim dan bermigrasi ke wilayah Sorong-Raja Ampat, Semenanjung Onin, dan Kepulauan Maluku. Dalam konteks perdagangan, pertemuan, dan barter, orang Biak berperan sebagai perantara antara wilayah Kepala Burung dan para pedagang dari Seram, Maluku, Sulawesi, Tiongkok, dan Eropa pada abad ke-19. Orang Biak juga menjalin aliansi dengan Sultan Tidore dalam ekspedisi hongi. Penelitian ini menggunakan metode historis dan sumber-sumber seperti arsip, laporan perjalanan, dan literatur terkait lainnya.

Article Details

Section

Articles